Angka yang kita gunakan sekarang ini ada yang menyebut sebagai Angka
Arab, Angka Hindu-Arab, atau Angka Hindu. Apa yang disebut Hindu dalam
banyak literatur menunjuk pada makna India, suatu wilayah peradaban yang
maju sejak zaman dulu. Secara kronologisnya walau dalam bentuk yang
berbeda, angka yang kita gunakan sekarang ini berasal mula dari India,
lalu mengalami perubahan di wilayah Arab, baru kemudian diterima di
Eropa dan di seluruh dunia.
Masa peralihan tersebut tidaklah sederhana. Mungkin mula-mula angka
itu berasal dari angka Gvalior, lalu secara berangsur-angsur mengalami
perubahan bentuk hingga di tangan beberapa matematikawan, semisal
Aryabhata I (476-k.550) dan Brahmagupta (k.598-k.670). Catatan Arab yang
pertama menjelaskan tentang angka Hindu tersebut adalah Algoritmi de numero Indorum, terjemahan Latin dari karya al-Khwarizmi (k.780-k.850). Dari nama al-Khwarizmi pada buku itu, muncul istilah algoritma.
Beberapa sejarawan mengatakan bahwa penggunaan pertama bilangan nol
sebagai nilai tempat dalam sistem basis desimal (seperti sistem yang
kita gunakan sekarang) berasal dari al-Khwarizmi dalam bukunya tersebut.
Oleh matematikawan Eropa, cara penulisan bilangan Hindu-Arab tersebut
kemudian dikenal dengan sebutan algorism (nama ini pula yang menjadi cikal bakal kata algoritma). Buku asli tertua yang masih ada yang membahas tentang angka dan bilangan India tersebut adalah Kitab al-fusul fi al-hisab al-Hindi, karya Abu al-Hasan al-Uqlidisi (k.952).
Angka India ini mengalami perubahan bentuk dan terpecah menjadi dua
bentuk. Yang pertama berkembang di bagian timur daerah Islam saat itu.
Bentuk ini akhirnya menjadi angka yang dipakai orang Arab sekarang ini.
Sementara yang berkembang di bagian barat (termasuk Spanyol, dulunya
daerah kekhalifahan Abbasiyah), menjadi angka Hindu-Arab yang sekarang
kita gunakan. Sebagai gambaran, di bawah ini 2 tipe tersebut dari
tulisan al-Biruni (973-1055) tahun 1082 di kawasan timur dan dari
tulisan al-Banna al-Marrakushi (1256-1321) di kawasan barat.
http://p4tkmatematika.org

Tidak ada komentar:
Posting Komentar